Senin, 03 Agustus 2020

Artikel


DARING, ANTARA POLEMIK DAN ADAPTASI
Kunti Dewi Hambawani, S.Pd, Guru SMAN 8 Merangin Kabupaten Merangin


Dahulu, slogan ini miris didengar. Dahulu, slogan ini dianggap suguhan hambar. Satu setengah tahun terakhir, dengung slogan itu menyeruak. Membawa aroma baru dalam rona pembelajaran. Status darurat digulirkan oleh BNN ketika wabah mulai merambah negara kita. PJJ, BDR, Home Schooling menjadi pilihan. Ternyata sekarang tidak hanya anak artis saja yang dapat menikmati home schooling. Semua ditawarkan sebagai alternatif terbaik. Sangat selaras dengan slogan Rumah Belajar. Belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja!
Melek mata dan peka telinga adalah wujud apresiasi slogan Rumah Belajar saat pandemi Covid-19. Hanya 6% wilayah zona hijau yang dapat belajar tatap muka. Pun, masih dengan protokol kesehatan. Selebihnya daring. Iklim belajar berubah dari klasikal ke nonklasikal. Proses adaptasi harus digiatkan agar peserta didik tidak ketinggalan.
Belajar dapat dilakukan di mana saja. Artinya, tidak terbatas dalam satu ruang. Belajar dapat dilakukan kapan saja, tidak terikat waktu. Lalu, belajar dengan siapa saja tanpa ada batasan hanya dengan guru. Peserta didik dibebaskan belajar dengan ikut kelas maya seperti Ruang Guru, Quipper, Kahoot, Google Classroom dan lainnya. Sementara guru harus beralih dari pembelajaran jadul ke pembelajaran era transformasi digital. Adaptasi yang terlalu cepat ini mau tidak mau dan harus tidak harus, dilakukan oleh guru. Nyatanya, guru berhasil mengikuti perubahan itu. Terobosan untuk generasi Z tanpa gagap teknologi.
Salah satu kelebihan pembelajaran daring adalah dapat di-replay. Artinya dapat disimak, dibuka,  atau ditonton ulang. Kapan saja, di mana saja sebab tersimpan di net. Tanpa butuh waktu panjang dan tenaga. Jika guru mahir menggunakan platform pembelajaran yang beragam akan membangkitkan semangat peserta didik. Sementara tatap muka, jika diulang terkadang waktu tidak tercukupi, guru kelelahan, dan peserta didik menjadi bosan.
Daring, menuntut pendidik untuk menjadi "pendamping generasi Z". Ini harus! Agar tak kalah pintar. Alhasil, sekarang guru mulai berkencan dengan fitur-fitur (apk) pembelajaran, kelas online guru, dan diklat online. Untuk mengatasi masalah mehong-nya (mahalnya) kuota, guru dapat menyiasati dengan memanfaatkan kuota gratis yang disediakan provider di masa pandemi ini. Keren bukan? Tiga faedah daring tersebut benar-benar terasa sekarang. Jangan lupa, pesan bijak berteknologi diselipkan disela-sela pembelajaran daring.
Sisi yang menjadi ganjalan daring adalah tingkat ekonomi orang tua. Kendala ini benar terjadi. Menilik bawasannya peserta didik berasal dari latar belakang ekonomi yang beragam, ternyata masih ada beberapa peserta didik yang belum memiliki gawai bahkan "hp black senter" sekalipun. Guru dan sekolah pun tak dapat menuntut. Akhirnya, mereka akan tertinggal meskipun dapat meminjam teman, tetangga, dan kerabat yang disinyalir menjadi solusi sementara.
Lain tidak memiliki gawai, lain pula tidak memiliki kuota. Sebuah dilema, saat orang tua harus mengasapi dapur di masa sulit ini, mereka pun dituntut untuk mengasapi gawai beberapa giga. Meski para provider menyediakan free access untuk fitur tertentu. Terkadang pula peserta didik harus nge-yutub untuk mengakses materi tertentu, dengan harus membeli paket data yang tidak murah. Provider yang mampu membabat hutan pelosok, paket datanya sangat mahal. Sementara, provider yang unlimited, meruah di kota-kota besar⸻yang apabila digunakan di desa⸻lola (loading lambat). Apes! Apakah Covid yang harus disalahkan? Ataukah kita yang harus cepat tanggap dan ligat?
Mirisnya lagi yang menjadi kegalauan para guru adalah tingkat kepercayaan dan kejujuran peserta didik saat mengerjakan ujian. Baik PH atau PAS. Kecurangan saat tatap muka saja sering terjadi apalagi daring yang tanpa pengawasan. Lagi-lagi, tuntutan peran orang tua dalam membangun kejujuran putra-putrinya sangat dibutuhkan. Pendidik terus mengontrol dengan mengingatkan, orang tua dengan pengawasan.
Terakhir, sepintar-pintarnya teknologi, ternyata tidak dapat menggantikan hubungan habluminnanas antara guru dan peserta didiknya. Kedekatan, keakraban, sikap asah, asih, dan asuh tidak dipunyai benda mati Si Gawai. Semoga Covid lekas bergegas, lalu daring dan luring dapat bergandeng tangan. Seperti secangkir kopi menemani saat bergulat ide di KMA. Saling memberi kenikmatan.  










PROFIL





Kunti Dewi Hambawani, tak ingin dieluk-elukkan, tak ingin dikatakan wah, tak ingin dikatakan  itu lho si anu. Namun, menjadi seorang guru penulis yang ing ngarso sung tulodho bagi peserta didiknya adalah sesercah harap. Harap  yang selalu memecut untuk terus menulis. Menganggap bahwa menulis adalah perkara sepele itu adalah masalah besar, sebab menulis tanpa memahami apa yang ditulis, sama saja garing. Membaca adalah kekasih menulis. Dua sejoli yang tak dapat direnggangkan. Giat berliterasi memperkaya diksi.





ARTIKEL 

Akses video youtube di 

https://www.youtube.com/watch?v=5HJrsqcxfFA

Pengertian
Artikel adalah karangan berisi fakta dan opini yang dibuat untuk dipublikasikan di media cetak maupun media sosial. Artikel bertujuan untuk menyampaikan gagasan dilengkapi data dan fakta yang disajikan dalam bentuk tulisan. Sebuah artikel dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur pembaca (wikipedia)

Struktur

Secara umum, struktur artikel terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pembuka, isi, dan penutup.
  • Bagian pendahuluan berisi orientasi (tahap pengenalan isu) atau gagasan umum tesis , yaitu sorotan peristiwa actual berdasarkan minat penulisnya. Mirip dengan editorial, hanya saja isu yang diangkat dalam editorial dipilih oleh redaksi media itu sendiri.
  • Bagian pembahasan (isi) merupakan uraian penjelasan pokok permasalahan yang dibahas dalam artikel. Berisi rangkaian argument penulis didukung fakta (pengamatan, wawancara atau sumber tertentu)
  • Bagian penutup (penegasan ulang) , yaitu sebuah simpulan yang berisi kalimat kunci yang merangkum pembahasan ke dalam bentuk ringkas dan jelas. Harapan atau saran

Kaidah Kebahasaan Artikel

Setelah mengetahui pengertian, tujuan, ciri, hingga struktur dari artikel. Pada bagian ini akan dijelaskan tentang kaidah kebahasaan dari artikel. Seperti teks yang lain, artikel juga memiliki kaidah kebahasaan atau biasa disebut juga dengan ciri bahasa. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan pada saat menulis atau mengidentifikasi sebuah artikel, diantaranya yaitu:

1.   Kata Keterangan

Kata keterangan sering kali digunakan dalam artikel untuk mendeskripsikan ekspresi dari sikap penulis sehingga bisa lebih meyakinkan para pembaca.

2.   Kalimat Aktif

Kalimat aktif dalam sebuah artikel biasa digunakan untuk menjelaskan sesuatu. Kalimat ini pada dasarnya memiliki subjek yang aktif sehingga biasa disebut dengan kalimat aktif. Contoh kalimat aktif yang sering digunakan dalam artikel misalnya yaitu, Kamu sedang asyik bermain game.

3.   Kata Penghubung atau Konjungsi

Dalam sebuah artikel banyak menggunakan kata penghubung atau konjungsi untuk menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Beberapa kata penghubung yang biasa digunakan dalam artikel, yaitu seperti kemudian, setelah itu, oleh karena itu, namun, dan lain sebagainya.

4.    Kata Kerja Mental, Material, dan Relasional

Dalam sebuah artikel banyak memakai kata kerja mental, material dan juga relasional. Kata ini biasa digunakan untuk menjelaskan perasaan atau tindakan dari penulis. Contoh penggunaan kata kerja mental dalam artikel yaitu, semangat untuk kata kerja mental, membaca untuk kata kerja material, adalah untuk kata kerja relasional.

5.   Kosa Kata Tambahan

Untuk membuat artikel menjadi lebih menarik dan berkualitas, penulis artikel biasanya memakai banyak kosa kata tambahan dan istilah ilmiah pada saat menulis.

6.   Menggunakan istilah atau kata teknis


        Kata istilah atau kata teknis adalah kata polpuler yang biasa digunakan tetapi belum tentu semua mengerti atau maknanya. 


Jenis Artikel
Berdasarkan cara penyampaian dan tingkat kesulitan, artikel dibedakan menjadi empat macam:
1. Artikel praktis, yaitu artikel yang mengutamakan keterampilan daripada pengembangan pengetahuan. Artikel ini cenderung naratif, artinya pesan yang disusun sesuai dengan urutan waktu, peristiwa, atau tahapan. Kamu pernah membaca artikel tentang petunjuk membuat sesuatu? atau cara memperbaiki dan mengoperasikan suatu alat?
 

2. Artikel ringan membahas masalah yang ringan dan tidak memerlukan pemahaman yang mendalam. Biasanya, penulis mengemas artikel ini dengan humor atau memberi kesan menghibur pembaca, tapi isinya tetap informatif ya. Jadi, pembaca tidak perlu berkonsentrasi penuh untuk membaca sebuah artikel ringan. Kamu bisa menemukan artikel ini di majalah remaja, koran, atau blog.
 
Contoh artikel ringan yang membahas gaya belajar para ilmuwan (sumber: blog.ruangguru.com)

3. Artikel opini, secara umum semua artikel adalah opini. Tapi, jenis artikel ini hanya ada di dalam surat kabar atau majalah yang punya penempatan khusus. Penempatan khusus ini seperti di pojok, kolom, tajuk rencana, dan lain-lain. Biasanya artikel ini membahas suatu permasalahan secara mendalam, jadi penulis harus sudah ahli di bidangnya.
Penulis artikel di media massa biasanya orang dari luar media massa tersebut. Mungkin dosen, guru, budayawan, praktisi, yang memiliki kompeten dalam bidang yang ditulisnya. 
 

4. Artikel analisis ahli ini lebih berat dari artikel lainnya. Artikel jenis ini berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau penelitian, misalnya skripsi, tesis, disertasi atau penelitian lainnya. Ciri khasnya yaitu penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak mengurangi nilai keilmiahannya. Biasanya artikel ini dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Bedanya, artikel lain biasa menggunakan bahasa populer, sedangkan artikel ini harus memakai bahasa baku atau ilmiah. Beberapa orang menyebutnya artikel ilmiah.

Fakta dan Opini
Fakta adalah pernyataan atau peristiwa yang benar-benar terjadi, sesuai kenyataan, cenderung deskriptif dan tidak dibuat-buat serta penalarannya cenderung induktif.

Ciri-ciri fakta dirincikan sebagai berikut:
1)    Dari segi isi fakta sesuai dengan kenyataan,
2)    Dari segi kebenaran fakta benar karena sesuai kenyataan,
3)    Dari segi pengungkapan fakta cenderung deskriptif dan apa adanya dan
4)    Dari segi penalaran fakta cenderung induktif.

Opini adalah pernyataan yang sesuai atau tidak sesuai dengan kenyataan bergantung pada kepentingan tertentu, serta kebenarannya bergantung data pendukung atau konteksnya, pengungkapkannya cenderung argumentatif dan persuasif dan penalaran cenderung deduktif. Atau opini adalah pernyataan yang mengungkapkan hasil pemikiran, pandangan, perkiraan, sangkaan tentang suatu fakta.

 

Ciri-ciri opini dirincikan sebagai berikut:
1)     Dari segi isi opini sesuai atau tidak sesuai dengan kenyataan bergantung pada kepentingan tertentu,
2)     Dari segi kebenaran opini dapat benar atau salah bergantung data pendukung atau konteksnya,
3)   Dari segi pengungkapan opini cenderung argumentatif dan persuasif, dari segi penalaran opini cenderung deduktif.


Menyusun Opini untuk Artikel
  • 1.    Opini harus relevan atau diperkuat fakta
  • 2.    Opini harus logis (masuk akal)
  • 3.    Opini harus jelas, artinya gagasan tidak boleh bertumpuk

Cara menulis artikel

        1. Menentukan ide, topik, dan tema

Hal pertama yang harus kamu lakukan dari cara menulis artikel adalah menentukan ide tulisan atau sebuah masalah yang ingin dijawab dan diselesaikan dalam tulisan tersebut. Penentuan ide ini menjadi langkah yang penting karena seringkali penulis merasa kekurangan ide, tidak percaya diri dengan ide sendiri dan merasa idenya tidak semenarik ide orang lain. Beberapa alasan tersebut akhirnya membuat penulis tidak berkembang, menjadi malas menulis, hingga kehilangan passion dan niat untuk menulis. Saat kamu merasa buntu dan tidak ada ide, berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk memancing ide baru:

  • Mulailah dari ide sederhana contohnya masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun masalahnya sederhana, namun jika hal tersebut dapat memberikan solusi maka tulisan kamu akan membantu orang lain.
  • Catat setiap ide yang muncul, sekecil apapun ide tersebut kamu tetap dapat mengembangkan gagasan tersebut agar bisa menjadi sebuah ide yang lebih menarik. Jangan berkecil hati karena ide yang menurut kamu biasa saja, dapat berarti beda di mata orang lain.
  • Ada banyak sekali hal yang dapat kamu pikirkan menjadi ide tulisan. Hal tersebut mungkin juga dipikirkan oleh orang lain. Namun, mereka yang akhirnya berhasil menuliskan ide tersebut menjadi sebuah tulisan yang menjadi pemenangnya.
  • Berjalan-jalan dapat membantu kamu mendapatkan ide saat menyaksikan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kamu.
  • Membaca dan menonton film dapat mengasah imajinasi dan kreativitasmu sehingga kamu dapat memikirkan ide tulisan baru

2. Menyusun kerangka artikel

Hal berikutnya dalam cara menulis artikel adalah menyusun kerangka tulisan. Kerangka tulisan atau kerangka artikel menjadi hal yang penting untuk dilakukan, terutama untuk penulis pemula. Kerangka artikel akan membantu penulis mengetahui garis besar dari sesuatu yang akan mereka tulis. Fungsi lain kerangka artikel adalah agar penulis tidak kehilangan arah, sehingga saat penulis berhenti di tengah jalan mereka dapat kembali mengingat hal-hal yang ingin mereka sampaikan di dalam artikel.

           3. Mencari referensi dan rujukan yang kredibel

Cara menulis artikel selanjutnya adalah mencari referensi dan rujukan yang kredibel. Tidak seperti tulisan fiksi yang berdasarkan imajinasi, menulis artikel membutuhkan sumber atau referensi yang benar. Caranya adalah dengan membaca hasil penelitian atau buku-buku yang relevan dengan tema artikel yang ingin kamu tulis. Memberikan referensi yang kredibel akan membantu meraih kepercayaan pembaca terhadap artikel yang kamu tulis.

          4. Menulis paragraf pembuka singkat namun berisi

aragraf pertama dalam sebuah artikel sangat mempengaruhi pembaca untuk terus membaca artikel sampai selesai atau melewatkannya. Sehingga penting untuk kamu menuliskan paragraf pembuka yang tidak terlalu panjang namun menarik dan bisa memancing pembaca untuk terus membaca artikel sampai selesai.

          5. Menulis artikel secara singkat, padat, dan to the point

Cara menulis artikel berikutnya adalah menulislah dengan kalimat efektif yang mudah dipahami dan to the point. Hindari mengulang kata hanya untuk memperpanjang artikel dan memperbanyak jumlah kata, karena hal ini berpotensi membuat kalimat yang kamu tulis menjadi sulit dimengerti dan membosankan. Tulislah informasi dengan kata-kata yang jelas agar pembaca mendapatkan pemahaman yang maksimal terkait isu atau ide tulisan yang kamu tulis.

6.       Menambahkan ilustrasi atau gambar

Cara menulis artikel yang kelima adalah menambahkan ilustrasi atau gambar. Ilustrasi atau gambar dapat membantu pembaca merasa tertarik untuk membaca tulisan kamu karena visualnya menarik.

7.       Menambahkan tabel atau grafik

Langkah selanjutnya dari cara menulis adalah menambahkan tabel atau grafik. Cara menulis artikel ini dapat kamu lakukan untuk membantu pembaca memahami hal-hal yang kamu sampaikan dalam tulisan. Terkadang, ada beberapa hal yang akan lebih mudah dipahami jika diproyeksikan dalam bentuk tabel atau grafik, contohnya perbandingan data atau penjabaran data berangka

8.       Membaca ulang artikel

Cara menulis artikel berikutnya adalah membaca ulang artikel. Hal ini harus kamu lakukan agar kamu dapat mengkaji ulang kalimat yang kamu tulis. Sehingga kamu dapat mengevaluasi tulisan kamu, mengoreksi jika ada kalimat yang terasa janggal, dan membetulkan penulisan yang salah atau typo.

 

9.       Membuat judul yang baik dan menarik

Cara menulis artikel yang terakhir adalah membuat judul yang menarik. Judul menjadi hal yang sangat penting dalam menulis artikel karena judul akan menjadi penentu awal pembaca untuk ingin melanjutkan membaca artikel yang kamu tulis atau melewatkannya. Dalam menulis sebuah judul, kamu perlu memperhatikan unsur SPOK sehingga kalimat dari judul tersebut dapat dimengerti dengan jelas. Usahakan untuk tidak membuat judul yang terlalu panjang, buatlah judul dalam satu tarikan nafas.

10.    Terus berlatih menulis dengan rutin

Menulis adalah sebuah keterampilan yang dapat kamu asah. Caranya adalah dengan terus menulis setiap hari. Jika kamu tidak bisa menulis setiap hari, paling tidak buatlah jadwal rutin untuk menulis. Dengan begitu, kamu bisa terus berkembang dan menulis dengan lebih baik.

          

     Contoh:
selain persoalan sulitnya kesadaran diri untuk mematuhi protocol kesehatan saat bepergian, ada sejumlah persoalan lain yang harus menjadi perhatian pemerintah terkait makin merebaknya OTG covid di seluruh Indonesia.

Gagasan di atas bertumpuk, seharusnya dipilih slah satu:
(1)   persoalan sulitnya kesadaran diri untuk mematuhi protocol kesehatan saat bepergian
(2)  ada sejumlah persoalan lain yang harus menjadi perhatian pemerintah terkait makin merebaknya OTG covid










       Klik tulisan berwarna biru dibawah ini untuk mengerjakan Penilaian Harian! Jika muncul notifikasi pengalihan, lanjutkan dengan mengklik penilaianharian_artikel












Senin, 27 Juli 2020





Menyimpulkan Isi dan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan

Menyimpulkan adalah mengikhtisarkan (menetapkan, menyarikan pendapat, dan sebagainya) berdasarkan apa-apa yang diuraikan (https://kbbi.kata.web.id/menyimpulkan/).

Menyimpulkan isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan adalah mengikhtisarkan atau menetapkan isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan berdasarkan identifikasi isi surat lamaran pekerjaan.

Isi surat lamaran pekerjaan harus singkat, padat, tidak bertele-tele, dan langsung pada persoalannya. Yang harus diperhatikan dalam isi surat adalah:
  • Jabatan yang diinginkan
  • Identitas pelamar meliputi nama lengkap, usia, status pernikahan, alamat, dan tingkat pendidikan
  • Kualifikasi pelamar yaitu latar belakang pendididkan, pengalaman kerja, dan keahlian

Lampiran atau keterangan antara lain:
  • §  Fotokopi ijazah
  • §  Fotokopi transkrip nilai
  • §  Fotokopi KTP
  • §  Surat tanda pencari kerja
  • §  SKBB dari kepolisian
  • §  SKS dari dokter
  • §  Pasfoto
  • §  Daftar riwayat hidup, meliputi:

a.    Nama lengkap
b.   Tempat, tanggal lahir
c.    Jenis kelamin
d.   Kewarganegaraan
e.    Agama
f.     Status perkawinan
g.    Tempat tinggal atau alamat
h.   Riwayat pendidikan
i.     Pengalaman kerja
j.     Keahlian khusus

Perhatikan:



🔜 Perhatikan unsur kebahasaan berikut:










Untuk Penilaian Harian silakan klik  link dibawah ini:

Penilaian Harian Surat Lamaran Pekerjaan






Sabtu, 25 Juli 2020

Mengidentifikasi Isi dan Sistematika Surat Lamaran pekerjaan


Kompetensi Dasar:     3.1  Mengidentifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan yang dibaca
                                                               4.1  Menyajikan simpulan sistematika dan unsur-unsur isi surat lamaran baik secara lisan maupun tulis
  • Mengidentifikasi Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan
  • Pada dasarnya, surat lamaran pekerjaan dibedakan dari berbagai sumber yang diperoleh oleh palamar. Rohmadi dan Rustamaji (2010: 4) menjelaskan bahwa surat lamaran pekerjaan dapat diajukan berdasarkan sumber-sumber berikut ini.

1. Iklan
Contoh
Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian…tanggal…yang isinya menyatakan bahwa….
Dalam harian…tanggal…saya membaca iklan yang menyatakan bahwa PT…membutuhkan…. Berkenaan dengan hal tersebut, saya…

    2.  Informasi seseorang
Contoh
Menurut informasi dari Bapak…, perusahaan Bapak/Ibu membutuhkan…. Sehubungan dengan hal itu…

    3. Pengumuman resmi dari instansi yang membutuhkan tenaga
Contoh
Berdasarkan dengan pengumuman nomor:…tanggal…tentang penerimaan karyawan PT…maka yang bertanda tangan di bawah ini:…

    4. Permohonan instansi pada sekolah
Contoh
Setelah mendapat informasi dari kepala sekolah tentang permohonan kerja…

    5. Inisiatif sendiri
Contoh
Yang bertanda tangan di bawah ini, …. dengan ini mengajukan permohonan untuk diterima sebagai karyawan pada….
Perbedaan sumber penulisan surat akan berdampak pada bahasa yang digunakan. Variasi bahasa yang dapat dibuat seperti tampak pada uraian mengenai sumber penulisan surat lamaran pekerjaan.  
Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam surat lamaran pekerjaan terkait dengan bahasa yang digunakan adalah sebagai berikut:
  • Bahasa surat adalah bahasa yang baik dan benar.
  • Bahasa surat menggunakan kata-kata yang sopan. 
  • Bahasa surat berisi kata pengantar yang jelas, singkat, padat, informative, dan tepat sasaran.
  • Bahasa surat tampak dari tulisan yang bersih, mudah dibaca, sesuai dengan kaidah ejaan.
  • Melengkapi bagian-bagian surat dengan norma bahasa surat (seperti penulisan unsur hal, tempat/tanggal, alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, dan nama terang).

Contoh 1. surat lamaran pekerjaan dan analisis unsur kebahasaannya
Analisisnya:
No
Unsur-Unsur Kebahasaan
Penjelasan
1
Bentuk surat yang standar
Surat lamaran yang dibuat sudah menggunakan format standar
2.
Bahasa yang baik dan benar
Penulisan surat lamaran tersebut sudah menggunakan kaidah berbahasa yang baik seperti penulisan kalimat pemerincian, kata ganti orang ketiga,dan penggunaan tanda baca titik (.), dan koma (,).
3.
Kata pengantar jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaran
Karena informasi lowongan bersumber dari media massa (Pikiran Rakyat), pelamar mencantumkan sumber di awal. Selanjutnya, pelamar mengajukan diri untuk mengisi lowongan tersebut.
4.
Penyampaian maksud surat pada isi surat
Sudah menggunakan kalimat yang jelas untuk melamar kerja. Namun. kurang jelas menyampaikan posisi/jabatan yang diinginkan.
5
Pemakaian tanda baca koma (,) pada bagian penutup surat
Pada penutup surat, seharusnya setelah kata pimpinan diikuti tanda baca koma (,).

  Masihkah ada yang harus diperbaiki dalam contoh surat lamaran di atas? 

Contoh 2

                                                                                         
Hal              : Permohonan Menjadi Karyawan                   Jakarta, 25 Januari 2010
Lampiran    : Lima Berkas


Yth. Direktur Personalia
PT Jaya Mandiri
Jalan Kencana Wungu 10, Jakarta

Dengan hormat,

Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang saya baca di Kompas, tanggal 20 Januari 2010, perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin membutuhkan karyawan untuk bagian produksi. Dengan ini saya
nama                            : Raka Sinatria
tempat, tanggal lahir    : Cirebon, 25 Juli 1985
alamat                          : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta

mengajukan permohonan untuk menjadi karyawan di bagian produksi di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

Adapun sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu, bersama surat ini saya lampirkan: 
1. riwayat hidup
2. surat keterangan pengalaman kerja
3. foto kopi ijazah dan transkrip nilai
4. surat keterangan berkelakuan baik, dan
5. pas foto

Demikian surat permohonan ini saya buat.  Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.


                                                                                                 Hormat  saya,



                                                                                                 Raka Sinatria


Analisis unsur kebahasaannya:

A. Tanggal Surat
Penulisannya dimulai dengan nama kota yang diawali huruf kapital, lalu diikuti tanda koma (,). Tanggal ditulis dengan angka. Bulan ditulis dengan huruf kapital (tidak disingkat). Tahun ditulis lengkap dengan angka.
Contoh
Jakarta, 25 Januari 2010 (benar)
Jakarta, 25-1-2010          (salah)
Jakarta, 25 Jan. 2010     (salah)

B. Perihal
Kata perihal bersinonim dengan kata hal yang sebenarnya menyatakan 'tentang' atau 'mengenai'. "Peri-" menyatakan makna "hal". Maka penggunaan kata Perihal sangat tidak tepat sebab maknanya menjadi "hal tentang hal". Oleh karenanya, penulisan yang tepat adalah Hal
Contoh :
            Perihal            : permohonan menjadi karyawan (benar )
            Hal                  : lamaran kerja (benar)
            Hal.                 : lamaran kerja (salah) 

C. Lampiran
Lampiran adalah sesuatu yang dilampirkan atau diikutsertakan pada surat tersebut. Dalam lampiran harus ditulis juga jumlah dokumen yang disertakan pada surat lamaran tersebut.
Kata lampiran ditulis Lampiran, tidak disingkat menjadi lamp. Setelah itu, diikuti tanda titik dua dan diakhiri jumlah dokumen tambahan.  Lampiran tidak perlu ditulis apabila tidak ada dokumen yang disertakan pada surat tersebut.
      Contoh :
            Lampiran       : lima berkas    (benar)
            Lamp.             : 5 berkas          (salah)
            Lampiran       : 0                      (salah)
            Lampiran       :  -                      (salah)   

D. Alamat surat
Alamat surat adalah alamat tujuan. Dalam hal ini tentu saja alamat perusahaan yang akan dilamar. Penulisannya dimulai dengan Yth. (Tidak menggunakan kepada), langsung diikuti nama jabatan kepala personalia atau direktur personalia. Kata sapaan Bapak atau Ibu boleh digunakan, tetapi harus diikuti nama(tidak disingkat dan tidak diikuti nama jabatan). Kata jalan ditulis lengkap (tidak disingkat), diikuti nama jalan dan angka nomor jalan (kata nomor tidak perlu ditulis). Setiap baris tidak diakhiri tanda baca.
Contoh :
Yth. Direktur Personalia (benar)
PT Jaya Mandiri
Jalan Kencana Wungu 10, Jakarta

Kepada Yth. Direktur personalia (salah)
PT jaya mandiri
Jalan kencana wungu Nomor 10,Jakarta

Yth. Direktur personalia (salah)
PT jaya mandiri
Jalan kencana wungu 10, Jakarta

E. Salam pembuka
Ada beberapa salam yang sering digunakan dalam surat, seperti dengan hormat,  salam takzim,  salam sejahtera, dan lain-lain. Dalam surat lamaran, salam pembuka yang digunakan adalah Dengan hormat  karena surat lamaran termasuk surat resmi. Salam pembuka ditulis dengan huruf pertama kapital dan diakhiri tanda koma.
Contoh:
                        Dengan hormat,     (benar)
                        dengan hormat      (salah)
                        Dengan hormat.     (salah)

F. Pembuka Surat
Paragraf pembuka surat lamaran di sesuaikan dengan latar penulisan surat tersebut. Apabila mengajukan lamaran berdasarkan iklan di media massa, si pelamar harus mencantumkan nama media, tanggal terbit, dan jenis pekerjaan yang dilamar. Penulisannya dapat di mulai dengan pernyataan sesuai dengan, sehubungan dengan, berdasarkan iklan, dan lain-lain. Hal ini berbeda dengan pengajuan atas inisiatif sendiri yang penulisannya dapat dimulai Dengan ini, Dengan surat ini, melalui surat ini, dan lain lain
Contoh :
              Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang saya baca di Kompas, tanggal 20 januari 2010, perusahaan yang Bapak pimpin membutuhkan karyawan untuk bagian produksi. (Benar)

              Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan, perusahaan yang Bapak pimpin membutuhkan karyawan untuk bagian produksi. (Salah)

              Bersama surat ini, saya menyampaikan surat lamaran kepada perusahaan yang Bapak pimpin. (Salah)  

G. Identitas Pelamar
Penulisan identitas pelamar dimulai dengan nama, tempat tanggal lahir, dan alamat. Semua kata ditulis dengan huruf pertama huruf kecil, kecuali nama pelamar dan kota. Setelah kata tempat, diikuti tanda koma (bukan garis miring).
Contoh :
nama                                      : Raka Sinatria (benar)
tempat, tanggal lahir             : Cirebon, 25 Juli 1985
alamat                                    : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta

nama                          : Raka Sinatria (salah)
tempat / tgl. lahir       : Cirebon, 25 Juli 1985
alamat                        : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta

Nama                                     : Raka Sinatria (salah)
Tempat dan tanggal lahir   : Cirebon, 25 Juli 1985
Alamat                                    : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta

H. Penutup Surat
Bagian penutup surat berisi harapan atau ucapan terima kasih. Huruf pertama pada kata sapaan harus memakai huruf kapital.
Contoh:
      Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih. (Benar)
      Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. (Salah)
      Atas perhatian bapak/ibu, saya haturkan banyak terima kasih. (Salah)

I.  Salam Penutup
Seperti halnya salam pembuka, salam penutup pada surat menggunakan pernyataan yang resmi, yaitu Hormat saya, lalu diikuti tanda koma.
Contoh :
Hormat saya,        (benar)
hormat saya,     (salah)

J. Tanda Tangan dan Nama Pelamar
Huruf pertama pada setiap kata nama pelamar ditulis dengan huruf kapital (tidak huruf kapital semua, tidak didalam tanda kurung , dan tidak digarisbawahi).
Contoh :
Raka Sinatria (benar)
(Raka sinatria) (salah)
RAKA SINATRIA (salah)


  !Setelah mempelajari cara menganalisisnya, perbaikilah contoh 2  




Surat Lamaran Kerja berdasarkan inisiatif sendiri


Hal              : Permohonan Menjadi Karyawan                  Jakarta, 25 Januari 2010
Lampiran    : Lima Berkas


Yth. Direktur Personalia
PT Jaya Mandiri
Jalan Kencana Wungu 10, Jakarta

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
nama                            : Raka Sinatria
tempat, tanggal lahir    : Cirebon, 25 Juli 1985
alamat                          : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta

mengajukan permohonan untuk menjadi karyawan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

Adapun sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu, bersama surat ini saya lampirkan: 
1. riwayat hidup
2. surat keterangan pengalaman kerja
3. fotokopi ijazah dan transkrip nilai
4. surat keterangan berkelakuan baik, 
5. fotokopi sertifikat piagam komputer
6. fotokopi sertifikat kursus Bahasa Inggris
5. pas foto

Demikian surat permohonan ini saya buat.  Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.


                                                                                                 Hormat  saya,



                                                                                                 Raka Sinatria

Daftar Pustaka:
Alwi, dkk. 2000. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

KBBI online

Kosasih, Engkos. 2018. Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII Kelompok Wajib.                       Jakarta: Erlangga.

PUEBI mulai tahun 2022 tidak diberlakukan lagi. Diganti EyD Revisi Edisi Kelima


Artikel Sastra

Teks Editorial

Teks Editorial  Teks editorial adalah  teks yang  ditulis oleh redaksi media  dan merupakan  pandangan dan sikap resmi suatu media terhadap ...